Jumat, 17 Oktober 2014

Usaha dimasa depan


Assalamualaikum readers..

      Kali ini saya akan menceritakan impian bisnis saya dimasa depan nanti. Tentunya setelah 4tahun yang akan datang setelah saya lulus dari universitas gunadarma, saya akan mencari kerja sesuai bidang yang saya ambil ketika kuliah. Saya akan bekerja sekitar satu tahun untuk mengumpulkan dana sebagai modal membuka usaha penata rias. Kenapa saya ingin membuka usaha tata rias ini, karena memang dari kecil saya suka sekali berdandan. Bahkan saya juga senang sekali mendandani orang. Bisa dibilang saya sendiri yang mempunyai bakat berdandan dibandingkan mamah ataupun kakak perempuan saya. Awalnya ketika ada acara foto buku tahunan dari SMA saya iseng-iseng mendandani teman-teman saya,mereka pun suka dengan hasil dandanan saya, lalu saya diberi saran untuk membuka usaha penata rias.
      Jika modal untuk membuka usaha tersebut sudah terkumpul saya pertama-tama akan membeli peralatan make up dan make up. Pertama kali saya akan mempromosikan usaha ini melalui mulut ke mulut dan media sosial. Lalu ketika usaha saya sudah berkembang saya akan menambah usaha saya dari yang awalnya hanya berupa usaha penata rias menjadi wedding organizer.
      Itulah impian usaha saya yang akan menjadi pekerjaan sampingan saya untuk 5tahun yang akan datang. Semoga usaha saya akan terlaksana dan berjalan lancar.

Jumat, 10 Oktober 2014

Tugas 2 Biografi pengusaha



SUKSESNYA USAHA SPREI IBU TIA SETIYARTI

Assalamualaikum blogger…
   Kali ini saya akan menceritakan kesuksesan pengusaha sukses yang bernama Ibu Tia. Usaha Ibu Tia yaitu usaha sprei. Ibu Tia adalah seorang sarjana lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan pertanian. Beliau tidak melanjutkan bekerja sesuai bidang yang beliau pilih pada waktu kuliah melainkan lebih memilih melanjutkan hobynya dengan membuka usaha sprei. Ibu Tia memulai usahanya di tahun awal 2013 yang bertempat dirumahnya sendiri di daerah galaxy. Beliau memulai usahanya dengan bermodalkan uang 5 sampai 6 juta rupiah untuk berbelanja kain berdasarkan order dan biaya jahit, kini setelah berlangsung 1 tahun lebih usaha Ibu Tia sudah sukses. Bahkan orderannya pun sampai ke kota-kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Usaha Ibu Tia setiap bulannya memproduksikan sprei 60 sampai dengan 100 sprei dan 40 bedcover.
   Diusaha Ibu Tia ini tidak ada karyawan tetap  melainkan tukang jahit borongan. Ibu Tia dapat mengantongi keuntungan sekitar 15% dari setiap barangnya. Tetapi diusaha Ibu Tia ini belum ada lebel khusus. Yang order sprei Ibu Tia ini biasanya orang yang mendengar dari mulut kemulut usaha Ibu Ati ini. Itu dikarenakan sprei Ibu Tia ini sangat memuaskan bagi para pelanggan. Akhirnya banyak yang memesan, seperti teman dari suami Ibu Tia. Alhamdulillahnya selama menjalankan usahanya sampai saat ini Ibu Tia tidak mengalami kesulitan apapun yang menghalangi usahanya.
   Pada tahun ini Ibu Tia dengan suami ingin memperbesar usaha yang dikelola dengan cara menambah satu lantai lagi pada bagian rumahnya sehingga dilantai 1 sebagai tempat untuk menjalankan usahanya sedangkan lantai 2 sebagai tempat untuk tempat tinggal beliau dan keluarganya.
Oke blogger sekian dari saya ulasan usaha Ibu Tia. Semoga bermanfaat dan dapat memacu semangat kita untuk membuka usaha sendiri dan tentunya bisa sukses seperti ibu Tia ini. Terimakasih.




Tugas 2 Biografi pengusaha



SUKSESNYA USAHA SPREI IBU ATI

Assalamualaikum blogger…
   Kali ini saya akan menceritakan kesuksesan pengusaha sukses yang bernama Ibu Ati. Usaha Ibu Ati yaitu usaha sprei. Ibu Ati adalah seorang sarjana lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan pertanian. Beliau tidak melanjutkan bekerja sesuai bidang yang beliau pilih pada waktu kuliah melainkan lebih memilih melanjutkan hobynya dengan membuka usaha sprei. Ibu Ati memulai usahanya di tahun awal 2013 yang bertempat dirumahnya sendiri di daerah galaxy. Beliau memulai usahanya dengan bermodalkan uang 5 sampai 6 juta rupiah untuk berbelanja kain berdasarkan order dan biaya jahit, kini setelah berlangsung 1 tahun lebih usaha Ibu Ati sudah sukses. Bahkan orderannya pun sampai ke kota-kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Usaha Ibu Ati setiap bulannya memproduksikan sprei 60 sampai dengan 100 sprei dan 40 bedcover.
   Diusaha Ibu Ati ini tidak ada karyawan tetap  melainkan tukang jahit borongan. Ibu Ati dapat mengantongi keuntungan sekitar 15% dari setiap barangnya. Tetapi diusaha Ibu Ati ini belum ada lebel khusus. Yang order sprei Ibu Ati ini biasanya orang yang mendengar dari mulut kemulut usaha Ibu Ati ini. Itu dikarenakan sprei Ibu Ati ini sangat memuaskan bagi para pelanggan. Akhirnya banyak yang memesan, seperti teman dari suami Ibu Ati. Alhamdulillahnya selama menjalankan usahanya sampai saat ini Ibu Ati tidak mengalami kesulitan apapun yang menghalangi usahanya.
   Pada tahun ini Ibu Ati dengan suami ingin memperbesar usaha yang dikelola dengan cara menambah satu lantai lagi pada bagian rumahnya sehingga dilantai 1 sebagai tempat untuk menjalankan usahanya sedangkan lantai 2 sebagai tempat untuk tempat tinggal beliau dan keluarganya.
Oke blogger sekian dari saya ulasan usaha Ibu Ati. Semoga bermanfaat dan dapat memacu semangat kita untuk membuka usaha sendiri dan tentunya bisa sukses seperti ibu sukmono ini. Terimakasih.






SUKSESNYA USAHA SPREI IBU ATI

Assalamualaikum blogger…
   Kali ini saya akan menceritakan kesuksesan pengusaha sukses yang bernama Ibu Ati. Usaha Ibu Ati yaitu usaha sprei. Ibu Ati adalah seorang sarjana lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan pertanian. Beliau tidak melanjutkan bekerja sesuai bidang yang beliau pilih pada waktu kuliah melainkan lebih memilih melanjutkan hobynya dengan membuka usaha sprei. Ibu Ati memulai usahanya di tahun awal 2013 yang bertempat dirumahnya sendiri di daerah galaxy. Beliau memulai usahanya dengan bermodalkan uang 5 sampai 6 juta rupiah untuk berbelanja kain berdasarkan order dan biaya jahit, kini setelah berlangsung 1 tahun lebih usaha Ibu Ati sudah sukses. Bahkan orderannya pun sampai ke kota-kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Usaha Ibu Ati setiap bulannya memproduksikan sprei 60 sampai dengan 100 sprei dan 40 bedcover.
   Diusaha Ibu Ati ini tidak ada karyawan tetap  melainkan tukang jahit borongan. Ibu Ati dapat mengantongi keuntungan sekitar 15% dari setiap barangnya. Tetapi diusaha Ibu Ati ini belum ada lebel khusus. Yang order sprei Ibu Ati ini biasanya orang yang mendengar dari mulut kemulut usaha Ibu Ati ini. Itu dikarenakan sprei Ibu Ati ini sangat memuaskan bagi para pelanggan. Akhirnya banyak yang memesan, seperti teman dari suami Ibu Ati. Alhamdulillahnya selama menjalankan usahanya sampai saat ini Ibu Ati tidak mengalami kesulitan apapun yang menghalangi usahanya.
   Pada tahun ini Ibu Ati dengan suami ingin memperbesar usaha yang dikelola dengan cara menambah satu lantai lagi pada bagian rumahnya sehingga dilantai 1 sebagai tempat untuk menjalankan usahanya sedangkan lantai 2 sebagai tempat untuk tempat tinggal beliau dan keluarganya.
Oke blogger sekian dari saya ulasan usaha Ibu Ati. Semoga bermanfaat dan dapat memacu semangat kita untuk membuka usaha sendiri dan tentunya bisa sukses seperti ibu sukmono ini. Terimakasih.




Kamis, 02 Oktober 2014

my self introduction

Hi...blogger
Let me introduce myself.

Kedua orangtuaku memberikan nama untukku Chindy Defaesti. Aku dilahirkan sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara. Aku tinggal bersama kedua orang tua dan kakakku di sebuah perumahan tua kota Bekasi. Aku bahagia hidup sederhana bersama keluargaku. Kakakku yang pertama sekarang menjadi guru bahasa inggris di salah satu SMA swasta dan kakakku yang kedua menyibukkan dirinya dengan usahanya menyelesaikan skripsinya.

Sejak kecil aku sangat menyukai make up. Entah bagaimana awalnya, hingga saat ini aku menjadi anak perempuan yang paling mahir dalam hal berdandan dibandingkan mama dan mbak Nita (kakak perempuanku). Namun, kebiasaanku berdandan sejak kecil tidak menjadikanku berkeinginan untuk bekerja di bidang tata rias ketika aku dewasa nanti. Ayahku yang bekerja sebagai akuntan di salah satu perusahaan asing membuatku tertarik untuk mengembangkan bakatku di bidang akuntansi. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk melanjutkan studi S1 di Gunadarma jurusan akuntansi.

Selama 18 tahun hidup di dunia ini (sejak 3 Maret 1996), ada banyak hal menarik yang telah aku alami. Salah satunya adalah peristiwa salah panggil orang ketika aku berusia 4tahun. Pada saat itu, aku sedang bermain di depan rumah sembari disuapi oleh mama. Tiba-tiba seorang bapak melintas dengan sepeda motornya dilengkapi helm full face, jaket kulit dan safety shoes. Perawakan dan ciri-ciri bapak itu sangat menyerupai ayahku. Aku yang beranggapan bahwa oran itu adalah ayahku seketika mengejarnya dan berteriak, "Bapak....Bapak!".

Orang tersebut berhenti dan menengok seraya membuka kaca helmnya. Begitu aku melihat wajahnya, aku menyadari bahwa orang yang saya kejar dan teriaki bukanlah bapakku melainkan tetanggaku. Akupun menangis dan memeluk pohon palem disebelah ku karena malu.

Itulah tadi, sekilas cerita mengenai perkenalan diriku dan pengalaman lucu yang pernah aku alami. Semoga menghibur blogger semua. Samapai jumpa di tulisanku selanjutnya. Wasalam....