HUKUM & KRIMINAL 04/09/2015
Gerbang Bengkulu
– Palaku Penganiayaan terhadap Guru dan Siswa SMP N 1 Padang Jaya, Kabupaten
Bengkulu Utara, resmi ditahan pihak kepolisian, kamis 03/09/2105 pukul
13.00 WIB.
Pelaku
merupakan Kepala Sekolah SMP N 1 Padang Jaya dan Istrinya yang juga Guru yang
di sekolah tersebut. Kejadian ini bermula, pada saat sejumlah siswa menggelar
demo menuntut dua guru yang di mutasi dikembalikan ke Sekolah asal dan meminta
Kepala Sekolah mereka diganti, serta menuntut mengembalikan Beasiswa Siswa
Miskin yang telah diambil atas perintah Kepala Sekolah dan guru yang tak lain
isrtinya sendiri,
Atas
kejadian ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Padang Jaya
tetap akan mendampingi kasus tersebut dan mengusahakan perdamaian dari kedua
belah pihak.
Kepada
Gerbang Bengkulu Ketua PGRI Kecamatan Padang Jaya, Lukman mengatakan, “kasus
yang menimpa anggotanya, baik korban dan pelaku, kami akan membantu
menyelesaikan dengan mediasi. Siang ini kami bertemu di kantor Polsek Padang
Jaya dan dihadiri Kapolsek, UPT, pengawas Sekolah dan pengurus PGRI Kecamatan.
Namun, Sampai sejauh ini belum ada kata damai dari pihak korban,” tegasnya.
Lukman
menambahkan, “kami selaku ketua PGRI menyayangkan dan tidak membenarkan atas
pemukulan dan penganiayaan tersebut, gejolak ini terjadi saya yakin karena
komunikasi antara Kepala Sekolah dan dewan guru, kurang terjalin komunikasi
demgan baik,” ujar Lukman, “kasus ini, menjadi pembelajaran bagi kita selaku
tenaga pendidik untuk selalu berfikir jernih sebelum melakukan sesuatu,”
Kapolsek
Padang Jaya IPTU Zaini, SH menjelaskan, mediasi telah dilakukan, namun korban
tetap akan melanjutkan kasus ini. Permintaan maaf telah di terima dari korban,
tapi kasus tetap akan dilanjutkan. Kami melakukan penahanan kepada kedua
tersangka karena jika terjadi keributan dari kedua belah pihak kami tidak ingin
disalahkan, tegasnya.
Terkait
masalah mediasi ini Kepala UPT Padang Jaya Girimulya Sugimin tidak berkomentar
banyak ” saya guru tolong mengerti posisi saya saat ini “ pungkasnya sembari
meninggalkan wartawan.
http://gerbangbengkulu.com/2015/09/04/mediasi-gagal-pasutri-resmi-ditahan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar