Jumat, 28 November 2014

BIJI KOPI LUWAK

SEJARAH KOPI LUWAK.
Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram.
Terdapat dua jenis kopi luwak, yaitu kopi luwak liar dan kopi luwak tangkaran. Kopi luwak liar didapatkan dari kotoran luwak di alam bebas. Biasanya kotoran luwak tersebut dipungut dari hutan-hutan di sekitar perkebunan kopi. Kopi luwak liar dipercaya memiliki kualitas yang lebih baik dibanding luwak tangkaran.
Kopi luwak tangkaran didapatkan dengan cara membudidayakan luwak dalam kandang. Kemudian luwak tersebut diberi makan kopi. Kotorannya ditampung dan biji kopi yang terdapat didalamnya dipilah untuk diolah lebih lanjut.
Asal mula Kopi Luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak. Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.

Gambar Kopi luwak asli
Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Dengan indera penciumannya yang peka, luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul matang optimal sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang masih dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Hal ini terjadi karena luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang keras seperti biji kopi tidak tercerna. Biji kopi luwak seperti ini, pada masa lalu hingga kini sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami di dalam sistem pencernaan luwak. Aroma dan rasa kopi luwak memang terasa spesial dan sempurna di kalangan para penggemar dan penikmat kopi di seluruh dunia.
Kopi Luwak yang diberikan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono kepada PM AustraliaKevin Rudd, pada kunjungannya ke Australia di awal Maret 2010 menjadi perhatian pers Australia karena menurut Jawatan Karantina Australia tidak melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Pers menjulukinya dung diplomacy.

MANFAAT KOPI LUWAK BAGI KESEHATAN:
Kopi Luwak memang pantas disebut sebagai Kopi terbaik didunia. Kualitas, rasa, dan aroma  sampai saat ini memang belum ada yang menandingi.
Selain itu, Kopi Luwak juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan diantara nya adalah:
1. Mencegah penyakit saraf
Peminum kopi berkafein cenderung tidak akan mengembangkan penyakit Alzheimer dan Parkinson. Kandungan antioksidan di dalam kopi akan mencegah kerusakan sel yang dihubungkan dengan Parkinson. Sedangkan kafein akan menghambat peradangan di dalam otak, yang kerap dikaitkan dengan Alzheimer.
2. Melindungi gigi
Kopi yang mengandung kaein memiliki kemampuan antibakteri dan antilengket, sehingga dapat menjaga bakteri penyebab lubang menggerogoti lapisan gigi. Minum kopi secangkir setiap hari terbukti dapat mencegah risiko kanker mulut hingga separuhnya. Senyawa yang ditemukan di dalam kopi juga dapat membatasi pertumbuhan sel kanker dan kerusakan DNA.
3. Menurunkan risiko kanker payudara
Menjelang masa menopause, wanita yang mengonsumsi 4 cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 38 persen, demikian menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition. Kopi melepaskan phytoestrogen dan flavonoid yang dapat menahan pertumbuhan tumor. Namun konsumsi kurang dari 4 cangkir tidak akan mendapatkan manfaat ini.
4. Mencegah batu empedu
Batu empedu tumbuh ketika lendir di dalam kantong empedu memerangkap kristal-kristal kolesterol. Xanthine, yang ditemukan di dalam kafein, akan mengurangi lendir dan risiko penyimpanannya. Dua cangkir kopi atau lebih setiap hari akan membantu proses ini.
5. Melindungi kulit
Konsumsi 2-5 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menurunkan risiko kanker kulit nonmelanoma hingga 17 persen. Kafein dapat memacu kulit untuk membunuh sel-sel prakanker, dan juga menghentikan pertumbuhan tumor.
6. Mencegah diabetes
Orang yang mengonsumsi 3-4 cangkir kopi reguler atau kopi decaf (dengan kadar kafein yang dikurangi) akan menurunkan risiko mengembangkan diabetes tipe II hingga 30 persen. Asam klorogenik dapat membantu mencegah resistensi insulin, yang merupakan pertanda adanya penyakit ini.

DAERAH PENGHASIL KOPI LUWAK DI INDONESIA:
         Gayo, Aceh
         Sidikalang
         Jawa Barat
         Jawa Timur
         Kotabumi, Lampung
         Semende, kabupaten Muara Enim
         Kota Pagaralam
         Desa Janji Maria, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, 40 kilometer dari Laguboti

PENGOLAHAN BIJI KOPI LUWAK
Sarana
Sebelum mengetahui bagaimana detail proses pembuatannya, ada tiga hal penting harus diperhatikan sebagai sarana dasar yang harus tersedia pada penangkaran, karena pada intinya proses pembuatan cukup sederhana namun  tidak akan berhasil tanpa tiga point dibawah ini
         Biji Kopi 
         Hewan Luwak
         Kandang Luwak
Jika ketiga prasarana diatas telah tersedia maka tinggal mengikuti prosedur selanjutnya yaitu praktek pengolahan di lapangan seperti apa dan bagaimana?
silahkan terus menyimak pembeberan informasi yang bersifat rahasia ini sangat berbeda dari situs tetangga
Pemetikan
Cara pemetikan terbaik  adalah dengan memetik buah kopi satu persatu tidak boleh sekaligus, adapun buah yang boleh dipetik adalah yang sudah matang karena binatang luwak hanya menyukai buah kopi merah ranum
Penyortiran
 Setelah pemetikan, buah kopi harus disortir terlebih dulu kemudian pilihlah yang terbaik dan benar benar matang dengan bentuk yang masih utuh dan mulus, pisahkan dari yang keropos/busuk
Pencucian
Buah kopi harus dibersihkan dari kotoran yang menempel seperti debu dan serangga, caranya adalah dengan dicuci sampai bersih lalu ditiriskan kedalam nyiru (anyaman bambu) biarkan sisa air cucian merembes turun.
Penyajian
Langkah terakhir adalah penyajian buah kopi untuk diberikan kepada hewan luwak, idealnya pemberian buah kopi berkisar antara 1-2 kg tidak boleh lebih. Seperti yang sudah diterangkan pada atikel sebelumnya jadwal makan luwak maka waktu yang bagus untuk memberikan makanan kopi untuk luwak adalah sore dan malam hari karena luwak memiliki sifat nokturnal alias doyan makan di waktu malam, adapun kegiatannya di siang hari adalah molor.
Panen
Pada waktu pagi tinggal memetik hasilnya yaitu memanen biji kopi yang  telah berubah 100% menjadi kopi luwak (prongkolan/green beans), sekarang saatnya memanen dengan cara mengumpulkan kotoran yang bercampur kopi . Proses selanjutnya ialah pencucian (washing) untuk memisahkan biji kopi dari kotoran (feses) lalu kemudian dijemur hingga kering dan bersih setelah berhasil maka kopi akan sedikit berubah warna menjadi hijau (green beans) lalu dipacking, sampai disini proses pengolahan  telah selesai dalam bentuk green beans selanjutnya tinggal dipanggang atau dibakar (roasting) sehingga warnanya menjadi coklat (roasted beans) lalu digiling hingga bubuk (grounded beans) siap seduh. Demikian proses pembuatan lengkap dari a-z sebenarnya sejak panen dilakukan kopi sudah bisa langsung dijual dalam bentuk prongkolan (raw beans) karena permintaan kopi luwak tidak terbatas hanya pada grounded beans, roasted beans dan green beans. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar