MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nama lengkap : Susi Pudjiastuti
Tanggal lahir : 15 Januari 1965
Umur : 49 tahun
Asal : Pangandaran
Pendidikan terakhir : Tidak tamat SMA
Jabatan sebelum jadi menteri : Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air.
Tanggal lahir : 15 Januari 1965
Umur : 49 tahun
Asal : Pangandaran
Pendidikan terakhir : Tidak tamat SMA
Jabatan sebelum jadi menteri : Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air.
Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 46
pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter
dan Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di
antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300
Miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.
Ayahnya bernama Haji Ahmad Karlan dan ibunya
bernama Hajjah Suwuh Lasminah, keduanya berasal dari Jawa Tengah, namun sudah lima generasi hidup di Pangandaran. Saat ini ia
dikaruniai 3 orang anak . Pada tahun 1992 beliau menikah dengan Daniel Kaiser
yang berkebangsaan Swiss. Sayangnya pada tahun 1999, pernikahan mereka harus
berakhir. Kemudian ibu Susi menikah dengan Christian Von Strombeck yang seorang
pilot.
Keluarga Susi memiliki usaha ternak,
memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa
Barat. Kakek buyutnya adalah Haji Ireng, yang dikenal sebagai tuan tanah
di daerahnya. Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP, Susi melanjutkan
pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun
berhenti di kelas 2 karena dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam
gerakan Golput.
Setelah tidak lagi bersekolah, dengan modal Rp750
ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi mengawali profesi sebagai pengepul
ikan di Pangandaran. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan
pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan
berupa lobster dengan merek "Susi Brand".
Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan
pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara
yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada
pembeli dalam keadaan masih segar.
Didukung suaminya, Christian von Strombeck,
seorang Jerman yang lama bekerja sebagai mekanik pesawat dan pilot di
Indonesia, pada 2004 Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20
Miliar menggunakan pinjaman bank.
Melalui PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang ia
dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk
mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di
Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang.
Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi
Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai
barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang
berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban
yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi.
Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi
menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut
untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan
ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di
Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 10 pesawat Cessna Grand
Caravan, 2 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat
Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 45 pesawat terbang beragam jenis.
Susi menerima banyak penghargaan antara lain
Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young
Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta
Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari
Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for
Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia
Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo. Pada tahun 2008 ia mengembangkan
bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI
Pudjiastuti Flying School.(Willy Widyanto/Wikipedia)
Setelah menjadi rumor yang cukup panjang, wanita
asal Kabupaten Pangandaran yang juga CEO Susi Air Susi Pudjiastuti akhirnya
dipilih Presiden Jokowi untuk menjadi Mentri Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya
wanita yang memulai bisnis dengan menjadi pedagang ikan di Pangandaran ini
memang beberapa waktu yang lalu diundang oleh Presiden ke Istana untuk
berdiskusi perihal Kelautan dan Perikanan
Sebelumnya, Susi diberitakan oleh beberapa media akan menempati posisi mentri Pariwisata, namun sesuai dengan bidang yang digeluti beberapa tahun terakhir dibidang ekspor iklan dan lobster akhirnya dipilih menjadi menteri perikanan dan kelautan.
Bagi orang Pangandaran, nama Susi tidak sangat asing, Susi adalah pengusaha dengan tipe pekerja keras yang merintis dari awal. Nama susi terus melejit ketika mendapatkan beberapa anugrah dan penghargaan saat memimpin Susi Air. Jadinya Susi menjadi mentri adalah hal sejarah baru bagi warga Pangandaran yang mendapatkan amanah untuk menjadi mentri
Sebelumnya, Susi diberitakan oleh beberapa media akan menempati posisi mentri Pariwisata, namun sesuai dengan bidang yang digeluti beberapa tahun terakhir dibidang ekspor iklan dan lobster akhirnya dipilih menjadi menteri perikanan dan kelautan.
Bagi orang Pangandaran, nama Susi tidak sangat asing, Susi adalah pengusaha dengan tipe pekerja keras yang merintis dari awal. Nama susi terus melejit ketika mendapatkan beberapa anugrah dan penghargaan saat memimpin Susi Air. Jadinya Susi menjadi mentri adalah hal sejarah baru bagi warga Pangandaran yang mendapatkan amanah untuk menjadi mentri
yang ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014. Sebelum
dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan
beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang
bergerak di bidang perikanan serta PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di
bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai
menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua
jabatannya adalah agar dapat bekerja maksimal menjalankan pemerintahan,
khususnya di bidang kelautan dan perikanan.
Menurut saya ibu Susi Pudjiastuti pantas mendapat amanah
menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan karna Kemampuan dan Kredibilitas seseorang tidak bisa atau
sebaiknya tidak hanya diukur melalui penampilan luarnya saja tetapi lihatlah
dari Prestasi yang telah diraihnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar